chapter 3 : thanks God i found the healt,,,

 

Saat ini sudah pukul tiga lewat enam menit. Entah subuh ataukah pagi, pemuda itu tidak tahu. Ketidaktahuan yang sama seperti perasaan yang dialaminya saat ini. Saat ini setelah banyak kejadian yang telah terjadi selama ini. Selama ini selama waktu sejak terakhir kali dia menulis.

 

Sudah sangat lama semenjak saat itu, namun pemuda itu tidak peduli. Yang ia pedulikan hanyalah perasaannya saat ini terhadap seseorang. Seseorang yang bukan dokter, bukan pula mantri, dan tentu saja bukan dukun, namun dapat menyembuhkan pemuda itu dari penyakitnya. Seorang sehat yang mampu membuat pemuda itu sehat.

 

Doa pemuda itu terjawab sudah. Setelah semua penantiannya selama ini. Setelah semua tangisannya, setelah semua kegundahannya, setelah semua pengorbanannya, dan sekarang ia telah sehat. Sehat wal’affiat.

 

Walaupun sebenarnya tidak terlalu sehat karena saat ini pemuda itu sedang diare.

 

Tapi tak mengapa! Pikir pemuda itu. Limpahan kotoran yang keluar ketika diare diharapkan juga keluar bersama penyakit ini.

 

Dan pada subuh ataukah pagi ini, pemuda tersebut duduk di depan laptop pinjaman dari seorang kerabatnya, mengetikkan segala perasaannya, dan entah mengapa menjadi teringat akan orang sehat itu.

 

Apa yang dia lakukan saat ini?

  

Seperti apa dia sebenarnya?

 

Bagaimana perasaannya?

 

Apakah ia akan pergi sehingga membuat sang pemuda tidak lagi sehat?

 

TIDAK! Pemuda itu terlalu takut untuk memikirkan hal itu, ia telah tertarik pada orang sehat itu sejak pertama kali bertemu dan menyadari keberadaannya. Ia tidak ingin kehilangan, ia tidak ingin menjadi tidak sehat lagi.

 

Apakah pemuda itu dapat memiliki orang sehat itu sepenuhnya?? Ia tidak tahu, tidak ada yang tahu, mungkin Tuhan tahu. Tapi pemuda itu harus belajar ikhlas sedari saat ini, ikhlas untuk bersama orang sehat itu ataupun tidak. Ikhlas untuk kembali menjadi tidak sehat lagi.

 

Sudah pukul tiga lewat tiga puluh dua sekarang, entah subuh ataukah pagi. Pemuda itu baru menyadari kalau ia belum tidur sedari tadi. Belum tidur karena terus memikirkan orang sehat itu.

 

Saat ini pemuda itu merasa pusing karena kurang tidur dan perutnya masih saja sakit karena diare. Tapi tak mengapa karena Ia telah sehat sekarang.

~ oleh tulusciptadi pada November 29, 2008.

2 Tanggapan to “chapter 3 : thanks God i found the healt,,,”

  1. udah sembuh diarenya? hehe
    that part really makes me laugh lho.
    well, not dee enuff, but nice try. hehehe
    bagus kok. based on your own story or what?

  2. what do you think??
    yeah based upon my story lah,,,
    udah ada chapter 4nya tapi belum gw tulis

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.